Selasa, 12 Januari 2016


LAPORAN
PRODUKTIFITAS PADI DI INDONESIA SELAMA KURU WAKTU 10 TAHUN (2004-2014) DAN SELAMA 12 BULAN PADA TAHUN 2014-2015
Mata Kuliah                : PERENCANAAN USAHA AGRIBISNIS
Dosen Pengampu        : Ir. Rika Nalinda, MS
 

Description: D:\KULIAH STPP SEMESTER 1\LOGO STPP.png 







DISUSUN OLEH :
1.          ENDAH DIAN SHEPTIANY S                  05.1.4.15.0503
2.          FUJI ROKHANIATI                                   05.1.4.15.0506
3.          GITALIA DHAMAYANTI                                    05.1.4.15.0508
4.          NOVITA INDRIYASTUTI                         05.1.4.15.0517
5.          NUR FATIMAH                                           05.1.4.15.0518
6.          SALEH                                                          05.1.4.15.0523
7.          SETIATI NURUL H                                                05.1.4.15.0524

KEMENTERIAN PERTANIAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN MAGELANG
JURUSAN  PENYULUHAN PERTANIAN
YOGYAKARTA
2015


KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat, nikmat, hidayah dan kasih sayang-Nya serta shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Baginda Rasulullah SAW beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Sehingga Penugasan Mata Kuliah Perencanaan Usaha Agribisnis yang berjudul “PRODUKTIFITAS PADI DI INDONESIA SELAMA KURU WAKTU 10 TAHUN (2004-2014) DAN SELAMA 12 BULAN PADA TAHUN 2014-2015”  dapat diselesaikan dengan maksimal dan tepat pada waktunya.
Dalam Penugasan Mata Kuliah Perencanaan Usaha Agribisnis kami menyampaikan tentang produktivitas Padi di Indonesia selama kurun waktu 10 tahun dan 1 tahun yaitu pada tahun 2004-2014 dan 2015. Tak lupa saya ucapkan terimakasih Ibu Rika Nalinda, MS selaku dosen pengampu mata kuliah Perencanaan Usaha Agribisnis yang telah membimbing kami dan selalu memberikan motivasi kepada kami.
Akhirnya penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam menyelesaikan penugasan mata kuliah Perencanaan Usaha Agribisnis ini masih banyak kekurangan, maka dari itu dengan rendah hati penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna kesempurnaan dalam penulisan ini. Selain itu penulis mengharapkan semoga penulisan  ini memberikan manfaat kepada pembaca khususnya bagi kami.

Yogyakarta, 10 Januari 2015


PPenulis
 
 







DAFTAR ISI
HALAMAN COVER.................................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
A.                LATAR BELAKANG....................................................................................... 1
B.                 PERUMUSAN MASALAH.............................................................................. 2
C.                 TUJUAN PENULISAN.................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.                PRODUKTIFITAS PADI DALAM KURUN WAKTU 10 TAHUN............. 3
B.                 PRODUKTIFITAS PADI DALAM KURUN WAKTU 1 TAHUN............... 5
BAB III PENUTUP
A.                SIMPULAN....................................................................................................... 8
B.                 SARAN.............................................................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................... 9
 BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Produktivitas padi adalah hasil panen tiap satuan luas dan waktu. Salah satu upaya peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan peningkatan hasil potensial dan aktual varietas padi melalui perbaikan potensi genetik dan ketahanan terhadap kendala biotik (hama dan penyakit) dan abiotik (kekeringan dan keracunan), serta perbaikan budidaya spesifik lokasi (pengelolaan tanaman terpadu). Produksi padi mengalami pelandaian (leveling off) selama lima tahun terakhir. Penyebab utama rendahnya produktivitas tanaman padi sawah adalah rendahnya pengisian biji atau masih tingginya gabah hampa 24,2% – 28,2%. Teknik budidaya yang masih dilakukan secara konvensional juga menjadi salah satu penyebab tanaman padi belum dapat mengekspresikan kemampuan genetiknya. Pada sistem konvensional, budidaya padi sawah boros pemakaian air, dimana pada sistem itu sawah digenangi air terus menerus sehingga kandungan oksigen dalam tanah berkurang (sawah menjadi hypoxic), selain itu menyebabkan perkembangan akar terganggu, berkurangnya jumlah anakan total dan anakan produktif serta memperlambat waktu panen.
Dalam meningkatkan produksi pertanian banyak kendala yang di hadapi, diantaranya adalah gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Serangan OPT mengakibatkan kerusakan tanaman dan penurunan hasil mulai di penanaman hingga ke penyimpanan. Akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh OPT tersebut akan mengakibatkan penurunan hasil baik secara kuantitas atau kualitas. Hama terjadi karena tidak seimbangnya ekologi yang disebabkan oleh kontrol manusia terhadap penggunaan bahan kimia secara berlebihan, tidak terukur dan berkelanjutan (Khalid et al, 2009). Intesifikasi terbukti dapat meningkatkan produksi padi di Indonesia sampai dengan tahun 1984. Masukan produksi dalam pertanian modern ialah varietas unggul, pupuk buatan, terutama pupuk nitrogen (N), seringkali diberikan dengan takaran tinggi tanpa disertai pemberian bahan organik sehingga dalam waktu lama mengakibatkan kerusakan kualitas tanah. Hal tersebut menjadikan penurunan produktivitas padi mulai tahun 1990-an.



B.     PERUMUSAN MASALAH
Produktivitas padi dipengaruhi oleh faktor tanah, air, sinar matahari dan lingkungan yang sehat. Sedangkan keberadaan serangga herbivora pada lahan pertanian dipengaruhi oleh varietas padi yang ditanam, pola tanam, zat yang mempengaruhi kelakuan ahu, dan pestisida.
C.     TUJUAN PENULISAN
1.      Mengetahui produktifitas padi selama 10 tahun terakhir (2004-2014) dan selama 12 bulan (2015).
2.      Mengetahui apa saja penyebab penurunan dan peningatan selama tahun dan bulan tersebut.
3.      Mengetahui Data dan grafik secara riel selama tahun dan bulan tersebut.
























BAB II
PEMBAHASAN
A.    PRODUKTIFITAS PADI DALAM KURUN WAKTU 10 TAHUN
Tabel produktifitas padi selama 10 tahun
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGYpmi02NSihzz4ss8CX0hs_k24o2QHSdhww3JpXY8HzmCh9Es5L7u5WN1t9gGsmXRtnvVqxP4vJPk-qFZ-t9r00224OTLnYlF-4A8QdOlFsDdzwIEgieJ1dWM4t9pxij1Up8Rjwu0Xz4v/s1600/prod+padi+2004-2014.png
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa produktivitas padi pada tahun 2004 sebanyak 54.088.468 ton. Pada tahun 2005 mengalami peningkatan produktivitas padi menjadi sebesar 54.151.097 ton.  Pada tahun 2006 produktifitas padi mencapai peningkatan yaitu menjadi 54.454.937 ton. Pada tahun 2007 produktifitas padi menjadi 57.157.435 ton. Pada tahun 2008 juga mengalami peningkatan menjadi 60.325.925 ton. Pada tahun 2009 produktifitas padi di Indonesia bisa mencapai sebesar 64.398.890 ton dan pada tahun 2010 sebesar 66.469.394 ton. Pada tahun 2011 produktifitas padi sempat mengalami penurunan yaitu menjadi 65.756.904 ton. Ditahun 2012 produktifitas padi di Indonesia kembali mengalami peningkatan yaitu menjadi 69.056.126 ton. Pada tahun 2013 sedikit mengalami peningkatan menjadi 71.279.709 ton dan pada tahun 2014 sempat terjadi penurunan yaitu menjadi 70.831.753 ton.
Dari data diatas dapat diketahui bahwa produktifitas padi pada tahun 2004-2014 mengalami peningkatan, hanya saja pada tahun 2011 dan 2014 produktifitas padi sempat mengalami penurunan. Penurunan produktifittas padi di Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun tersebut tidak terlalu signifikan. Penurunan produktifitas padi tersebut disebabkan oleh hama dan penyakit yag menyerang pada tanaman padi. Dengan demikian diperlukan peran petugas penyuluh pertanian untuk terus membimbing pelaku utama pertanian untuk mengarahkan pada kemajuan supaya produksi hasil pertanian melimpah dan banyak, sehingga kebutuhan pangan bisa tercukupi.
Grafik Produktivitas Padi di Indonesia pada tahun 2004-2014

Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa produktifitas pada selama kurun waktu 10 tahun yaitu pada tahun 2004-2014 selalu mengalami peningkatan. Walaupun sempat mengami penurunan pada tahun 2011 dan 2014. Penurunan produktifitas padi pada tahun tersbut juga tidak terlalu banyak, sehingga dapat dikatakan bahwa grafik diatas merupakan grafik kecenderungan dengan potensi tinggi atau cenderung naik.





B.     PRODUKTIFITAS PADI DALAM KURUN WAKTU 1 TAHUN
Tabel Produktifitas padi pada tahun 2015
Uraian
2015
Ket
Luas Panen (Ha)
ü  Januari – April
6.140.811 ton
ü  Mei – Agustus
4.828.045 ton
ü  September - Desember
3.340.508 ton
Total produksi dalam 1 tahun
14.309.364 ton

Pada tabel diatas dapat diketahui bahwa produktiifitas padi  pada tahun 2015 pada masa tanam  pertama hingga masa tanam yang ketiga mengalami penurunan. Hasil panen pada masa tanam pertama tepatnya bulan Januari- April sebanyak 6.140.811 ton, pada masa tanam yang kedua yaitu bulan Mei-Agustus mengalami penurunan sehingga produktifitasnya menjadi 4.828.045 ton dan pada masa tanam yang ketiga produktifitasnya mengalami penurunan menjadi sebanyak 3.340.508 ton.
     Penurunan produktifitas dapat dipengaruhi oleh keadaan tanah, kondisi tanah, hama dan penyakit, pemeliharaan dan lain-lain. Untuk menghindari semua itu supaya tidak terjadi maka diperlukan bimbingan dari pihak lembaga terkait untuk melakukan bimbingan, pembinaan dan pembelajaran, terutama petugas penyuluhan pertanian.
Grafik Produktifitas padi pada tahun 2015

Dalam garfik produktifitas padi pada tahun 2015 dapat dilihat bahwa, produktifitas paling tinggi pada masa tanam pertama dan produktifitas padi paling rendah pada masa tanam ketiga. Sehingga pada grafik diatas dapat disimpulkan bahwa produktifitas padi pada tahun 2015 dapat dikatakan bahwa grafik diatas merupakan grafik kecenderungan penurunan.
Untuk menghindari penurunan produktifitas padi tahun berikutnya diperlukan peran dari petugas penyuluh pertanian untuk memberikan pengarahan dan penernagan kepada masyarakat, demi suksesnya peningkatan tanaman pangan yang ada di Indonesiakhususnya tanaman padi.




Diagram Batang Produktifitas Padi 2014-2015
Dalam diagram Batang Produktifitas Padi 2014-2015 dapat dilihat bahwa produktivitas padi pada tahun 2015 terjadi naik turun-naik turun. Pada diagram diatas diagram yang berwarna hijau menunjukkan diagram produktifitas padi pada tahun 2015.
Produktifitas padi pada bulan Januari 2015 menunjukkan penurunan yaitu yang semula pada tahun 2014 sebanyak 1,06 dan mengalami penurunan pada tahun 2015 sebesar 0.82. Pada bulan Februari produktifitas padi tahun 2014 dengan tahun 2015 hampir sama yaitu 3,18 dan 3,19. Pada bulan Maret ditahun 2014 dengan 2015 mengalami peningkatan yaitu yang semula 2,91 menjadi 3,67. Pada bulan April ditahun 2014 hingga 2015 mengalami peningkatan yang semula 1,45 mejadi 1,84. Pada bulan mei ditahun 2014 hingga 2015 sempat mengalami penurunan walau hanya sedikit yaitu yang semula 1,11 menjadi 1,08. Pada bulan Juni ditahun 2014 hingga 2015 mengalami peningkatan yang semula 1,36 menjadi 1,68. Pada bulan juli ditahun 2014 sampai 2015 mengalami penurunan lagi yaitu yang semula 1,59 menjadi 1,46 dan pada bulan Agustus mengalami peningkatan yang semula 1,83 menjadi 1,96.
Dalam diagram batang tersebut dapat diketahui bahwa produktiftas padi dari tahun 2014 hingga 2015 terjadi produktifitas padi yang tidak setabil, dengan demikian diperlukan teknik-teknik, pembinaan dan pengarahan dari petugas penyuluhan pertanian supaya produktifitas padi dari tahun ketahun miningkat dan melimpah.



BAB III
PENUTUP
A.    SIMPULAN
Dari hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa produktifitas padi pada tahun 2004 sampai 2014 mengalami peningkatan atau didapatkan grafik produktifitas padi yang mengalami kecenderungan peningkatan, sedangkan pada tahun  2015 didapatkan grafik kecenderungan penurunan. Hal tersbut diperlukan evaluasi mengenai teknik penanaman padi dan pemilharaannya supaya hasil produktifitas padi kedepannya semakin bagus.
B.     SARAN
1.      Diperlukan bimbingan yang intensif dari lembaga-lembaga terkait supaya produktifitas padi semakin meningkat
2.      Petani harus menerapkan sistem-sistem yang telah dianjurakan oleh petugas penyuluh pertanian
3.      Petugas penyuluh pertanian harus lebih aktif sehingga program pemerintah dapat berjalan dan mendapatkan hasil yang maksimal
4.      Petani dan petugas penyuluh ataupun lembaga terkait harus ada kerjasama yang baik supaya program pemerintah dapat berjalan lancar dan sukses



DAFTAR PUSTAKA
http://statistiknusantara.blogspot.co.id/2015/07/produksi-padi-jagung-dan kedelai.html#ixzz3wQvHmSb1 diakses pada Hari Rabu, 6 Januari 2016 pukul 09.00 di STPP Yogyakarta
http://www.bps.go.id/brs/view/id/1157 diakses pada Hari Rabu, 6 Januari 2016 pukul 09.00 di STPP Yogyakarta



Tidak ada komentar:

Posting Komentar