LAPORAN
PRODUKTIFITAS
PADI DI INDONESIA SELAMA KURU WAKTU 10 TAHUN (2004-2014) DAN SELAMA 12 BULAN
PADA TAHUN 2014-2015
Mata
Kuliah : PERENCANAAN USAHA
AGRIBISNIS
Dosen
Pengampu : Ir. Rika Nalinda, MS
DISUSUN
OLEH :
1.
ENDAH DIAN SHEPTIANY S 05.1.4.15.0503
2.
FUJI ROKHANIATI 05.1.4.15.0506
3.
GITALIA DHAMAYANTI 05.1.4.15.0508
4.
NOVITA INDRIYASTUTI 05.1.4.15.0517
5.
NUR FATIMAH 05.1.4.15.0518
6.
SALEH 05.1.4.15.0523
7.
SETIATI NURUL H 05.1.4.15.0524
KEMENTERIAN PERTANIAN BADAN PENYULUHAN DAN
PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN SEKOLAH TINGGI
PENYULUHAN PERTANIAN MAGELANG
JURUSAN PENYULUHAN PERTANIAN
YOGYAKARTA
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa saya panjatkan
atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat, nikmat, hidayah dan
kasih sayang-Nya serta shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada
Baginda Rasulullah SAW beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Sehingga
Penugasan Mata Kuliah Perencanaan Usaha Agribisnis yang berjudul “PRODUKTIFITAS
PADI DI INDONESIA SELAMA KURU WAKTU 10 TAHUN (2004-2014) DAN SELAMA 12 BULAN
PADA TAHUN 2014-2015” dapat diselesaikan dengan maksimal dan tepat
pada waktunya.
Dalam Penugasan Mata Kuliah Perencanaan
Usaha Agribisnis kami menyampaikan tentang produktivitas Padi di Indonesia
selama kurun waktu 10 tahun dan 1 tahun yaitu pada tahun 2004-2014 dan 2015. Tak
lupa saya ucapkan terimakasih Ibu Rika Nalinda, MS selaku dosen pengampu mata
kuliah Perencanaan Usaha Agribisnis yang telah membimbing kami dan selalu
memberikan motivasi kepada kami.
Akhirnya penulis menyadari sepenuhnya
bahwa dalam menyelesaikan penugasan mata kuliah Perencanaan Usaha Agribisnis ini
masih banyak kekurangan, maka dari itu dengan rendah hati penulis mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun guna kesempurnaan dalam penulisan ini.
Selain itu penulis mengharapkan semoga penulisan ini memberikan manfaat kepada pembaca
khususnya bagi kami.
|
DAFTAR ISI
HALAMAN COVER.................................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG....................................................................................... 1
B.
PERUMUSAN
MASALAH.............................................................................. 2
C.
TUJUAN PENULISAN.................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
PRODUKTIFITAS
PADI DALAM KURUN WAKTU 10 TAHUN............. 3
B.
PRODUKTIFITAS
PADI DALAM KURUN WAKTU 1 TAHUN............... 5
BAB III PENUTUP
A.
SIMPULAN....................................................................................................... 8
B.
SARAN.............................................................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Produktivitas padi
adalah hasil panen tiap satuan luas dan waktu. Salah satu upaya peningkatan
produktivitas dapat dilakukan dengan peningkatan hasil potensial dan aktual
varietas padi melalui perbaikan potensi genetik dan ketahanan terhadap kendala
biotik (hama dan penyakit) dan abiotik (kekeringan dan keracunan), serta
perbaikan budidaya spesifik lokasi (pengelolaan tanaman terpadu). Produksi padi
mengalami pelandaian (leveling off) selama lima tahun terakhir. Penyebab utama
rendahnya produktivitas tanaman padi sawah adalah rendahnya pengisian biji atau
masih tingginya gabah hampa 24,2% – 28,2%. Teknik budidaya yang masih dilakukan
secara konvensional juga menjadi salah satu penyebab tanaman padi belum dapat mengekspresikan
kemampuan genetiknya. Pada sistem konvensional, budidaya padi sawah boros
pemakaian air, dimana pada sistem itu sawah digenangi air terus menerus
sehingga kandungan oksigen dalam tanah berkurang (sawah menjadi hypoxic),
selain itu menyebabkan perkembangan akar terganggu, berkurangnya jumlah anakan
total dan anakan produktif serta memperlambat waktu panen.
Dalam meningkatkan
produksi pertanian banyak kendala yang di hadapi, diantaranya adalah gangguan Organisme
Pengganggu Tanaman (OPT). Serangan OPT mengakibatkan kerusakan tanaman dan
penurunan hasil mulai di penanaman hingga ke penyimpanan. Akibat kerusakan yang
ditimbulkan oleh OPT tersebut akan mengakibatkan penurunan hasil baik secara
kuantitas atau kualitas. Hama terjadi karena tidak seimbangnya ekologi yang
disebabkan oleh kontrol manusia terhadap penggunaan bahan kimia secara
berlebihan, tidak terukur dan berkelanjutan (Khalid et al, 2009). Intesifikasi
terbukti dapat meningkatkan produksi padi di Indonesia sampai dengan tahun
1984. Masukan produksi dalam pertanian modern ialah varietas unggul, pupuk
buatan, terutama pupuk nitrogen (N), seringkali diberikan dengan takaran tinggi
tanpa disertai pemberian bahan organik sehingga dalam waktu lama mengakibatkan
kerusakan kualitas tanah. Hal tersebut menjadikan penurunan produktivitas padi mulai
tahun 1990-an.
B.
PERUMUSAN
MASALAH
Produktivitas padi dipengaruhi
oleh faktor tanah, air, sinar matahari dan lingkungan yang sehat. Sedangkan
keberadaan serangga herbivora pada lahan pertanian dipengaruhi oleh varietas padi
yang ditanam, pola tanam, zat yang mempengaruhi kelakuan ahu, dan pestisida.
C.
TUJUAN PENULISAN
1.
Mengetahui
produktifitas padi selama 10 tahun terakhir (2004-2014) dan selama 12 bulan
(2015).
2.
Mengetahui apa
saja penyebab penurunan dan peningatan selama tahun dan bulan tersebut.
3.
Mengetahui Data
dan grafik secara riel selama tahun dan bulan tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PRODUKTIFITAS
PADI DALAM KURUN WAKTU 10 TAHUN
Tabel produktifitas padi selama 10 tahun
Dari tabel diatas dapat
dilihat bahwa produktivitas padi pada tahun 2004 sebanyak 54.088.468 ton. Pada
tahun 2005 mengalami peningkatan produktivitas padi menjadi sebesar 54.151.097
ton. Pada tahun 2006 produktifitas padi
mencapai peningkatan yaitu menjadi 54.454.937 ton. Pada tahun 2007
produktifitas padi menjadi 57.157.435 ton. Pada tahun 2008 juga mengalami
peningkatan menjadi 60.325.925 ton. Pada tahun 2009 produktifitas padi di
Indonesia bisa mencapai sebesar 64.398.890 ton dan pada tahun 2010 sebesar 66.469.394
ton. Pada tahun 2011 produktifitas padi sempat mengalami penurunan yaitu
menjadi 65.756.904 ton. Ditahun 2012 produktifitas padi di Indonesia kembali
mengalami peningkatan yaitu menjadi 69.056.126 ton. Pada tahun 2013 sedikit
mengalami peningkatan menjadi 71.279.709 ton dan pada tahun 2014 sempat terjadi
penurunan yaitu menjadi 70.831.753 ton.
Dari data diatas dapat
diketahui bahwa produktifitas padi pada tahun 2004-2014 mengalami peningkatan,
hanya saja pada tahun 2011 dan 2014 produktifitas padi sempat mengalami
penurunan. Penurunan produktifittas padi di Indonesia dalam kurun waktu 10
tahun tersebut tidak terlalu signifikan. Penurunan produktifitas padi tersebut
disebabkan oleh hama dan penyakit yag menyerang pada tanaman padi. Dengan
demikian diperlukan peran petugas penyuluh pertanian untuk terus membimbing
pelaku utama pertanian untuk mengarahkan pada kemajuan supaya produksi hasil
pertanian melimpah dan banyak, sehingga kebutuhan pangan bisa tercukupi.
Grafik
Produktivitas Padi di Indonesia pada tahun 2004-2014

Dari grafik diatas
dapat diketahui bahwa produktifitas pada selama kurun waktu 10 tahun yaitu pada
tahun 2004-2014 selalu mengalami peningkatan. Walaupun sempat mengami penurunan
pada tahun 2011 dan 2014. Penurunan produktifitas padi pada tahun tersbut juga
tidak terlalu banyak, sehingga dapat dikatakan bahwa grafik diatas merupakan
grafik kecenderungan dengan potensi tinggi atau cenderung naik.
B.
PRODUKTIFITAS
PADI DALAM KURUN WAKTU 1 TAHUN
Tabel Produktifitas padi pada tahun 2015
|
Uraian
|
2015
|
Ket
|
|
Luas Panen (Ha)
|
||
|
ü
Januari –
April
|
6.140.811 ton
|
|
|
ü
Mei – Agustus
|
4.828.045 ton
|
|
|
ü
September -
Desember
|
3.340.508 ton
|
|
|
Total produksi dalam
1 tahun
|
14.309.364 ton
|
Pada tabel
diatas dapat diketahui bahwa produktiifitas padi pada tahun 2015 pada masa tanam pertama hingga masa tanam yang ketiga
mengalami penurunan. Hasil panen pada masa tanam pertama tepatnya bulan
Januari- April sebanyak 6.140.811 ton, pada masa tanam yang kedua yaitu bulan
Mei-Agustus mengalami penurunan sehingga produktifitasnya menjadi 4.828.045 ton
dan pada masa tanam yang ketiga produktifitasnya mengalami penurunan menjadi
sebanyak 3.340.508 ton.
Penurunan
produktifitas dapat dipengaruhi oleh keadaan tanah, kondisi tanah, hama dan
penyakit, pemeliharaan dan lain-lain. Untuk menghindari semua itu supaya tidak
terjadi maka diperlukan bimbingan dari pihak lembaga terkait untuk melakukan
bimbingan, pembinaan dan pembelajaran, terutama petugas penyuluhan pertanian.
Grafik Produktifitas padi pada tahun
2015

Dalam garfik produktifitas padi pada
tahun 2015 dapat dilihat bahwa, produktifitas paling tinggi pada masa tanam
pertama dan produktifitas padi paling rendah pada masa tanam ketiga. Sehingga
pada grafik diatas dapat disimpulkan bahwa produktifitas padi pada tahun 2015
dapat dikatakan bahwa grafik diatas merupakan grafik kecenderungan penurunan.
Untuk menghindari penurunan
produktifitas padi tahun berikutnya diperlukan peran dari petugas penyuluh
pertanian untuk memberikan pengarahan dan penernagan kepada masyarakat, demi
suksesnya peningkatan tanaman pangan yang ada di Indonesiakhususnya tanaman
padi.
Diagram Batang Produktifitas Padi 2014-2015

Dalam diagram Batang
Produktifitas Padi 2014-2015 dapat dilihat bahwa produktivitas padi pada tahun
2015 terjadi naik turun-naik turun. Pada diagram diatas diagram yang berwarna
hijau menunjukkan diagram produktifitas padi pada tahun 2015.
Produktifitas padi pada
bulan Januari 2015 menunjukkan penurunan yaitu yang semula pada tahun 2014
sebanyak 1,06 dan mengalami penurunan pada tahun 2015 sebesar 0.82. Pada bulan
Februari produktifitas padi tahun 2014 dengan tahun 2015 hampir sama yaitu 3,18
dan 3,19. Pada bulan Maret ditahun 2014 dengan 2015 mengalami peningkatan yaitu
yang semula 2,91 menjadi 3,67. Pada bulan April ditahun 2014 hingga 2015
mengalami peningkatan yang semula 1,45 mejadi 1,84. Pada bulan mei ditahun 2014
hingga 2015 sempat mengalami penurunan walau hanya sedikit yaitu yang semula
1,11 menjadi 1,08. Pada bulan Juni ditahun 2014 hingga 2015 mengalami
peningkatan yang semula 1,36 menjadi 1,68. Pada bulan juli ditahun 2014 sampai
2015 mengalami penurunan lagi yaitu yang semula 1,59 menjadi 1,46 dan pada
bulan Agustus mengalami peningkatan yang semula 1,83 menjadi 1,96.
Dalam diagram batang
tersebut dapat diketahui bahwa produktiftas padi dari tahun 2014 hingga 2015
terjadi produktifitas padi yang tidak setabil, dengan demikian diperlukan
teknik-teknik, pembinaan dan pengarahan dari petugas penyuluhan pertanian
supaya produktifitas padi dari tahun ketahun miningkat dan melimpah.
BAB III
PENUTUP
A.
SIMPULAN
Dari hasil pembahasan
diatas dapat disimpulkan bahwa produktifitas padi pada tahun 2004 sampai 2014
mengalami peningkatan atau didapatkan grafik produktifitas padi yang mengalami
kecenderungan peningkatan, sedangkan pada tahun
2015 didapatkan grafik kecenderungan penurunan. Hal tersbut diperlukan
evaluasi mengenai teknik penanaman padi dan pemilharaannya supaya hasil produktifitas
padi kedepannya semakin bagus.
B.
SARAN
1.
Diperlukan
bimbingan yang intensif dari lembaga-lembaga terkait supaya produktifitas padi
semakin meningkat
2.
Petani harus
menerapkan sistem-sistem yang telah dianjurakan oleh petugas penyuluh pertanian
3.
Petugas penyuluh
pertanian harus lebih aktif sehingga program pemerintah dapat berjalan dan
mendapatkan hasil yang maksimal
4.
Petani dan
petugas penyuluh ataupun lembaga terkait harus ada kerjasama yang baik supaya
program pemerintah dapat berjalan lancar dan sukses
DAFTAR PUSTAKA
http://statistiknusantara.blogspot.co.id/2015/07/produksi-padi-jagung-dan
kedelai.html#ixzz3wQvHmSb1 diakses pada Hari Rabu, 6 Januari 2016 pukul 09.00
di STPP Yogyakarta
http://www.bps.go.id/brs/view/id/1157 diakses pada Hari
Rabu, 6 Januari 2016 pukul 09.00 di STPP Yogyakarta


Tidak ada komentar:
Posting Komentar